top of page
Search

👩‍👧 Memahami Hak Asuh Anak: Jenis, Proses Pengajuan, dan Contoh Petitumnya!

ree

Perceraian bukan cuma soal putusnya hubungan antara suami dan istri. Tapi juga soal memastikan anak tetap tumbuh dengan aman, stabil, dan penuh kasih sayang.


Dalam hukum Indonesia, hak asuh (hadhanah) punya aturan tersendiri. Orang tua perlu memahami apa itu hak asuh, bagaimana hakim menentukannya, dan bagaimana praktiknya di pengadilan.


👶 Apa Itu Hak Asuh Anak?

Hak asuh adalah kewajiban pengasuhan dan perawatan anak. Hal ini juga artinya pemegang hak asuh boleh dan perlu membuat keputusan demi kepentingan anak, seperti sekolah, kegiatan bakat dan minat, makan apa, tinggal dimana, dll.


Ini bukan hanya tentang anak tinggal dengan siapa, tapi siapa yang bertanggung jawab memastikan anak mendapatkan kasih sayang, dirawat secara emosional dan fisik, dipenuhi pendidikannya, dan tinggal di lingkungan aman.

Dalam praktik pengadilan Indonesia, hak asuh biasanya diberikan kepada salah satu pihak saja (hak asuh tunggal).


⚖️ Dasar Hukum Hak Asuh di Indonesia

Beberapa aturan hukum yang mengatur hak asuh:

Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 105: Anak yang belum mumayyiz (di bawah ±12 tahun) berada dalam hadhanah ibu. Ayah wajib menanggung biaya pemeliharaan dan pendidikan.

UU No. 1 Tahun 1974 (direvisi UU 16/2019): Hakim memutus berdasarkan kepentingan terbaik anak.

• Putusan Pengadilan: Hakim dapat memberikan hak asuh kepada ayah jika ibu terbukti tidak layak secara hukum dan ayah lebih mampu mengurus anak (tidak hanya finansial loh).


Berbeda dengan negara barat, di Indonesia biasanya menganut hak asuh tunggal, bukan joint custody. Hak asuh bersama biasanya hanya terjadi jika kedua orang tua sepakat.


👨‍👩‍👧 Jenis-Jenis Hak Asuh di Indonesia

1. Hak Asuh Tunggal (Paling Umum)

Hakim menetapkan satu orang tua sebagai pengasuh utama. Orang tua lainnya tetap memiliki hak untuk bertemu dan berkomunikasi dengan anak, serta ayah tetap wajib memberi nafkah.


2. Hak Asuh Bersama (Sangat Khusus)

Hak asuh bersama bukan norma hukum di Indonesia. Hak asuh bersama biasanya hanya diterapkan jika kedua orang tua sepakat, kooperatif, dan kondisi anak memungkinkan.


🧭 Pertimbangan Hakim Menentukan Hak Asuh

Hakim mempertimbangkan:

• Usia anak

• Kedekatan emosional

• Stabilitas mental dan finansial

• Lingkungan tempat tinggal

• Riwayat kekerasan, penelantaran, atau ketidakhadiran

• Kepentingan terbaik anak

Semua putusan berpusat pada prinsip “kepentingan terbaik anak”.


✍️ Contoh Petitum Hak Asuh

Berikut contoh petitum yang umum digunakan:

“Memohon kepada Majelis Hakim untuk menetapkan anak dari perkawinan Penggugat dan Tergugat berada dalam pengasuhan Penggugat selaku ibu kandung, dengan memberikan hak kepada Tergugat untuk bertemu dan berkomunikasi secara wajar sesuai kesepakatan.”

Petitum ini menunjukkan keseriusan mengasuh anak, sambil tetap menghormati hak ayah untuk tetap hadir.


🕓 Cara Mengatur Jadwal Temu dengan Mantan

Contoh pengaturan jadwal temu:

• Pertemuan mingguan di akhir pekan

• Pertemuan bulanan bagi yang tinggal di luar kota

• Jadwal khusus saat libur sekolah

• Memberi ruang komunikasi via telepon atau video call

Tujuan jadwal temu adalah menjaga hubungan anak dengan orang tua sambil memberi stabilitas dan konsistensi pada anak.


⚠️ Penuduhan “Blocking Access” Saat Anak Tidak Mau Bertemu

Bagi yang sedang proses bercerai dengan seorang NPD atau orang toxic, tidak jarang mereka menuduh 'penghalangan' padahal anda tidak menghalangi, sehingga membuat anda terheran-heran. Hal ini bisa disebabkan banyak hal, seperti keinginan mereka untuk mengendalikan mantan / ingin menang / ingin lempar tanggung jawab. Namun, kita tidak akan mendalami 'kenapa sih dia gitu' di artikel yang ini.


Gimana dong hadepinnya?

Pertama, interospeksi dulu, tuduhannya berdasar atau tidak. Orang tua yang memegang hak asuh tidak boleh:

• Sengaja menghalangi mantan pasangan bertemu anak

• Sengaja mempengaruhi anak untuk menjauh

• Sengaja menjelekkan orang tua lainnya

Ini dapat terlihat buruk di mata hukum dan juga tidak baik untuk mental anak.


Namun, sayangnya realitanya tidak orang tua diciptakan normal. Ada situasi dimana anak benar-benar tidak mau bertemu, karena merasa tidak aman atau nyaman dengan orang tua lainnya baik secara fisik atau emosional. Menghormati keinginan anak dan melindunginya, bukan penghalangan.


Situasi yang kadang membuat anak tidak ingin bertemu:

• Ada riwayat kekerasan atau ancaman

• Orang tua toxic atau tidak konsisten (sering janji datang tapi tidak ditepati)

• Anak merasa takut, tertekan, atau terabaikan

• Hubungan menyebabkan stres pada anak


Dalam kondisi apapun, penting untuk menghormati batas emosional anak.

Tergantung seberapa parah kasusnya, biasanya ini bukan termasuk penghalangan:

• Melindungi anak dari perilaku berbahaya

• Mendampingi anak karena masih dalam proses pemulihan

• Meminta pertemuan dilakukan secara lebih aman (tempat umum, ada saksi, dll)


Tentu hanya kamu dan anak yang mengerti realita yang kamu hadapi, kuncinya adalah hormati keinginan & perasaan aman anak karena itu juga termasuk kewajiban anda.

Dokumentasikan setiap pertemuan dan/atau tindakan mantan yang toxic kepada anak untuk memperkuat kasusmu di mata Hakim dalam proses pengadilan.

*Dokumentasi juga dapat membantu kamu menangkis gaslighting!


Melindungi anak itu baik.

Menghalangi hubungan tanpa memikirkan kepentingan anak itu buruk.


💞 Tips Menjaga Hubungan Pasca Cerai Demi Anak

• Hindari berbicara buruk tentang mantan di depan anak

• Fokus komunikasi hanya pada urusan anak. Jika mantan ngomong ngalur ngidul, masuk kuping kanan keluar kuping kiri AKA tanggapi yang penting aja terkait anak.

• Jaga bahasa yang sopan

• Berikan dukungan emosional yang dibutuhkan oleh anak, atau cari bantuan untuk membantu anak memproses emosinya


❓FAQ

Q: Apakah hak asuh selalu jatuh ke ibu?

A: Tidak. Meskipun KHI mengarahkan anak kecil ke ibu, hakim tetap mempertimbangkan kondisi terbaik anak.


Q: Apakah hak asuh bisa diubah?

A: Bisa, jika ada perubahan kondisi signifikan.


Q: Apakah ayah wajib memberi nafkah meskipun tidak mendapat hak asuh?

A: Ya, kewajiban nafkah tetap berlaku. Kewajiban nafkah tidak dipengaruhi hak asuh, tapi dapat dipengaruhi dengan kemampuan finansial ayah.



Informasi dalam artikel ini bersifat memberi informasi secara umum dan tidak menggantikan nasihat hukum profesional. Anda bertanggung jawab atau keputusan anda, selidiki hukum setempat dan perkembangan hukum terbaru sebelum membuat keputusan. Setiap kasus perceraian dan hak asuh memiliki kondisi yang berbeda, sehingga keputusan Pengadilan dapat bervariasi. Konsultasikan langsung dengan penasihat hukum, Posbakum, atau profesional terkait untuk mendapatkan penjelasan yang sesuai dengan situasi kamu.



 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page